Analisa Kadar Protein dengan Metode Kjeldahl

1. Tahap Destruksi

Sampel dipanaskan dengan asam sulfat pekat sehingga terjadi destruksi menjadi unsur-unsurnya.

C dioksidasi menjadi CO, CO2

H dioksidasi menjadi H2O

N diubah menjadi (NH4)2SO4

Perhitungan kebutuhan asam sulfat:

Satu gram protein diperlukan 9 gram H2SO4.

Satu gram lemak diperlukan 17,8 gram H2SO4.

Satu gram karbohidrat diperlukan 7,3 gram H2SO4.

Sampel 0,4-3,5 gram mengandung 0,02-0,04 gram Nitrogen, untuk mikro Kjeldahl (10-30 mg).

Diperlukan 10 mL (18,4 gram) H2SO4.

Katalisator :

Untuk mempercepat proses destruksi ditambahkan katalisator : campuran Na2SO4 dan HgO (20:1)

Gunning menganjurkan menggunakan K2SO4 atau CuSO4.

Dengan penambahan katalisator titik didih H2SO4 akan dipertinggi sehingga destruksi lebih cepat.

Setiap satu gram K2SO4 dapat menaikkan titik didih tiga derajat celcius. Kadang-kadang juga ditambah selenium sedikit (0,25 gram), selain menaikkan titik didih juga percepat oksidasi.

Suhu destruksi berkisar antara 370-410 derajat celcius.

Reaksi yang terjadi :

HgO + H2SO4 —–> HgSO4 + H2O

2HgSO4 —–> Hg2SO4 +SO2 + On

Hg2SO4 + H2SO4 —–> 2HgSO4 +SO2 + 2H2O

(CHON) + On + H2SO4 —–> CO2 + H2O + [NH4]2SO4

Bial menggunakan katalis Hg, sebelum didestilasi diendapkan dulu dengan K2S atau Tiosulfat agar komplek Hg-amonia pecah menjadi am-sulfat.

Penggunaan Se lebih reaktif dibandingkan dengan Hg dan CuSO4 tetapi kelemahan Se sangat cepat dioksidasi justru N2 ikut hilang.

Proses destruksi selesai apabila cairan sudah menjadi jernih.

2. Tahap Destilasi

[NH4]2SO4 dipecah menjadi amonia, NH3 dengan penambahan NaOH sampai alkalis.

Agar tidak terjadi superheating atau percikan cairan atau timbul gelembung gas yang besar perlu ditambahkan logam Zn. Untuk mengetahui destilasi sudah selesai perlu ditambah PP untuk mengetahui reaksi sudah asam.

Bila ditampung dengan HCl 0,1 N maka untuk mengetahui sisa HCl yang tidak bereaksi dengan ammonia dititrasi dengan NaOH 0,1 N menggunakan indikator mengsel.

% N = [{(mL NaOH blanko-mL Naoh sample)(0,1)(0,014)(factor pengenceran)}/mg sample]x100% 

Kadar protein = % N dikali faktor perkalian nitrogen 

 

Advertisements

Kriteria Spesifikasi Chemically

Tingkatan bahan kimia berdasarkan tingkat kemurniannya:

1. Tingkat teknik (Technical Grade) : Tingkat komersial. Biasanya digunakan untuk kebutuhan industri. Bahan ini jarang digunakan untuk tujuan analisis kimia, kecuali untuk larutan pembersih/pencuci dan untuk larutan pereaksi kualitatif (demonstratif).

2. Tingkat farmasi (Pharmaceutical Grade) : Tingkat kemurnian memenuhi kebakuan USP (United States Pharmacopeia). Biasanya digunakan untuk bidang farmasi dan kedokteran, sebagai pereaksi kimia di laboratorium kecuali untuk analisis kimia.

3. Tingkat murni (Chemically Pure, CP) : General Purpose Reagent (GPR). Kemurniannya jauh diatas tingkat farmasi. Tidak ada ketentuan khusus aturan kebakuan kemurnian, tergantung pabrik pembuatnya. Umumnya digunakan untuk analisis kimia.

4. Tingkat pereaksi (Analyzed Grade) : Pro analysis (PA), Analar Reagent (AR), Guaranteed Reagent (GR). Tingkat kemurnian memenuhi aturan kebakuan ACS (The American Chemical Society Committe on Analytical Reagents). Pabrik pembuatnya selalu mencantumkan pernyataan pada label pereaksi “Conforms to ACS Specification”. Memenuhi persyaratan analisis.